Bunga Adenium

bunga adenium

Bunga adenium atau kemboja jepang (adenium obesum) adalah spesies tanaman hias dengan batang yang besar dan bagian bawahnya menyerupai umbi.

Batang tanaman ini tidak memiliki cambium, akarnya dapat membesar menyerupai umbi, bentuk daunnya panjang. Ada yang lonjong, runcing, kecil, dan besar, warna bunganya pun bermacam-macam.

Bunga ini biasa disebut juga dengan mawar padang pasir (desert rose). Dikarenakan berasal dari daerah kering, tanaman ini tumbuh lebih baik pada kondisi media yang kering dibanding media yang terlalu basah.

Disebut sebagai adenium karena salah satu tempat asal adenium adalah di daerah Aden (Ibu kota Yaman).

Masyarakat Indonesia menamakan bunga adenium sebagai kamboja jepang, mungkin dikaitkan dengan stereotype yang beredar. Contohnya buah-buahan yang besar biasa disebut sebagai Bangkok, sedangkan tanaman yang kecil-kecil biasa disebut Jepang.

Sehingga, jika dahulu sudah ada kamboja yang sosok tanamannya tinngi besar, maka begitu ada tanman yang sosoknya kecil namun mirip kamboja, disebutlah sebagai kamboja jepang.

Sebenarnya kamboja termasuk dalam jenis Plumeria, kerabat jauh dari Adenium.

Seperti yang kita ketahui bersama, bunga merupakan tanaman yang indah, sebagaimana yang tergambar pada kata kata mutiara tentang bunga, dimana merpresentasikan keindahan bunga.

Bentuk Bunga Adenium

Bentuk akar adenium yang membesar seperti umbi adalah tempat menyimpan air sebagai cadangan ketika kekeringan.

Akar yang membesar ini jika muncul di atas tanah akan terlihat unik seperti bonsai. Sedangkan batangnya lunak dan tidak berkayu (sukulen), tetapi dapat membesar.

Tunas-tunas samping bisa tumbuh dari mata tunas pada batang atau bekas daun yang gugur. Mata tunas samping tersebut akan berfungsi (tumbuh) jika pucuk atas tanaman dipotong.

Hal inilah yang dilakukan orang ketika memprunning atau memangkas, untuk mendapatkan daun baru dan supaya bunga yang akan muncul nantinya lebih serempak.

Daun adenium ada berbagai ragam, bentuk lonjong, runcing, kecil dan besar, serta ada yang berbulu halus, ada juga yang tanpa bulu.

Sedangkan bunga adenium berbentuk seperti terompet, berkelopak 5, dengan aneka ragam warna sesuai dengan jenis (varietasnya) masing-masing.

Sekarang sudah dikembangkan kelopak bunga yang bersusun dan hasilnya sudah baik, bahkan kelopak bunganya ada yang menyerupai susunan bunga mawar.

Terdapat 2 kelompok adenium, yaitu kelompok spesies (jenis asli), maupun varietas (jenis hasil perkawinan dan persilangan yang dilakukan manusia untuk mencari bentuk baru).

Beberapa spesies asli adenium yaitu:

  • Adenium arabicum, ciri-cirinya ialah bentuk bonggol pendek dan besar dan banyak batang yag muncul dari atas bonggol tersebut. Bunganya berwarna paduan putih dan pink, kecil (kurang dari 5 cm).
  • Adenium obesum, ciri-cirinya ialah bentuk bonggl besar dan sedikit memanjang ke atas, satu batang tumbuh di atas bonggol, di atas batang muncul percabangan. Bunga berwarna paduan merah dan putih, berbunga besar (lebih dari 5 cm).

Jenis-jenis spesies adenium lainnya adalah Adenium Socotranum, Adenium swazicum, Adenium somalense, Adenium bohemianum.

Penyerbukan

Penyerbukan pada tanaman ini sudah dapat dilakukan dengan bantuan manusia. Penyerbukan pada angin disebut dengan bunga anemophilous dan dengan bantuan serangga disebut entomophilous.

Penyerbukan dengan bantuan manusia yaitu dengan cara memindahkan benang sari ke putik bunga.

Untuk menghasilkan pembuahan yang fertile membutuhkan dua jenis tanaman yang berbeda genetiknya. Penyerbukan dapat dikatakan berhasil apabila telah terjadi buah yang membesar berbentuk tanduk.

Hama dan Penyakit

Ketika dalam proses pembungaan, biasanya terdapat banyak hama dan penyakit yang hinggap di tanaman ini.

Para penggemar tanaman ini bahkan rela mengeluarkan dana lebih untuk menanggulangi musuh bunga adenium. Sebab hal tersebut jika tidak secepatnya dicegah, maka akan lekas mati.

Beberapa jenis hama yang biasa menyerang bunga adenium antara lain adalah:

  1. Aphid, merupakan sejenis kutu berwarna kuning yang biasanya hidup berkelompok dengan jumlah yang banyak.
  2. Mealy Bug, berbentuk seperti kutu berwarna putih dan memiliki tepung dan lapisan lilin seperti kapas pada tubuhnya.
  3. Cacing Tanah, hewan ini sering merusak akar tanaman sehingga mengakibatkan tanaman sulit menyerap unsur hara.
  4. Fungus Gnat, merupakan hama yang menyerupai nyamuk berwarna hitam.
  5. Root Mealy Bug, bersembunyi di media tanaman lembap, bentuknya menyerupai kutu rambut yang berwarna putih.
  6. Spider Mite, bentuk ham aini seperti tungau dengan warna badannya yang bervariasi dari merah, kuning muda, hijau tua, cokelat muda, hingga hitam.
  7. Semut, hewan ini terkadang bisa berperan sebagai hama tanman.
  8. Thrips, berbentuk seperti kutu berwarna hitam dan bergerak cepat.

Dari keterangan di atas, hama yang paling banyak menyerang tanaman adenium adalah hama kelompok Anthopoda. Hama ini sangat berbahaya jika tidak segera diatasi karena dapat menyebabkan tanaman mati.

Sedangkan penyait yang menyerang adenium adalah akibat musim hujan datang. Apabila tidak segera diatasi tanaman akan segera membusuk dan sulit untuk diobati, seperti busuk akar akibat penyiraman yang terlalu sering dan banyak atau terkena air hujan yang menggenang di dalam pot.

Layu pucuk yang disebabkan oleh sejenis cendawan disebut Fusarium sp. Phomopsis, sejenis cendawan yang menyerang daun hingga busuk, terutama dalam masa pembungaan.

Hal tersebut dapat terjadi pada musim hujan atau kurangnya perawatan.

Selain akibat cuaca, penyakit adenium juga disebabkan oleh bakteri, infeksi jamur, dan virus. Cara mengatasinya adalah dengan memelihara kebersihan lingkungan dan perawatan yang baik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.